News

Ukraina Diprediksi Akan Kehabisan Dana Perang pada Juni 2026

Moskow (KABARIN) - Kondisi keuangan Ukraina makin tertekan. Negara tersebut diprediksi bakal kehabisan dana untuk membiayai operasi tempurnya pada Juni 2026, di tengah seretnya bantuan dari negara-negara Barat.

Laporan Bloomberg menyebut, perhitungan dari pejabat Ukraina menunjukkan situasi finansial mereka sudah berada di titik kritis. Bahkan, Kepala Komite Keuangan Parlemen Ukraina, Danylo Hetmantsev, secara terbuka mengingatkan kondisi ini.

Dia mengatakan Ukraina kini berada di ambang krisis besar.

Menurut Hetmantsev, sejumlah skema pendanaan dari luar negeri juga terancam gagal. Mulai dari pinjaman Uni Eropa sebesar 106 miliar dolar AS hingga kerja sama dengan Dana Moneter Internasional (IMF) yang belum menunjukkan kejelasan.

Ia pun mendesak parlemen untuk segera bergerak memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan agar aliran dana dari luar tetap bisa berlanjut.

Tekanan makin besar karena beberapa bantuan penting tersendat. Salah satunya pinjaman Uni Eropa yang saat ini masih diblokir oleh Hungaria. Sementara itu, bantuan dari IMF juga bergantung pada reformasi pajak yang hingga kini belum berhasil dijalankan oleh pemerintah Ukraina.

Tak hanya soal dana, pasokan senjata juga mulai menghadapi hambatan. Program Daftar Prioritas Kebutuhan Ukraina (PURL) dari NATO disebut semakin sulit berjalan karena sebagian besar pembiayaan hanya ditanggung oleh segelintir negara.

Duta Besar Ukraina untuk NATO, Alena Getmanchuk, mengakui kondisi ini membuat permintaan bantuan menjadi semakin berat.

Dari sisi kebutuhan, Ukraina memperkirakan membutuhkan sekitar 15 miliar dolar AS tahun ini hanya untuk membeli senjata dari Amerika Serikat. Secara total, kebutuhan bantuan luar negeri mereka mencapai 52 miliar dolar AS.

Sementara itu, defisit anggaran negara tersebut juga terus membengkak. Untuk tahun 2026, anggaran Ukraina disahkan dengan defisit mencapai 1,9 triliun hryvnia atau sekitar 45 miliar dolar AS.

Selama ini, Ukraina sangat bergantung pada bantuan Barat untuk menutup kekurangan anggaran. Namun, mitra internasional mulai memberikan tekanan agar negara tersebut mencari sumber pendanaan sendiri.

Di sisi lain, proses persetujuan paket bantuan baru di negara-negara donor juga semakin rumit dan penuh perdebatan. Kondisi ini membuat masa depan pendanaan Ukraina semakin tidak pasti di tengah konflik yang belum juga mereda.

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: